Banner 468 x 60px

 

Minggu, 30 September 2018

JSIT Indonesia Gandeng PKPU HI Bangun Masa Depan Pendidikan di Myanmar

0 komentar

Myanmar — JSIT Indonesia bersama PKPU Human Initiative untuk kedua kalinya mengirim utusannya untuk merealisasikan bantuan untuk Muslim Myanmar. Kali ini yang mewakili JSIT Indonesia adalah Ketua JSIT Wilayah Kalimantan Timur, Abdul Wahab Syahranie bersama Direktur Program PKPU HI Tomi Hendrajati.
Jika pada utusan pertama fokus pada bantuan yang sifatnya emergency, maka pada utusan kedua ini bantuan fokus pada persiapan masa depan anak-anak dengan membangun dua unit sekolah. Sekolah yang pertama, diperuntukan bagi siswa SD – SMP dengan jumlah siswa sebanyak 160 siswa. Bertempat di Desa Nidin, Distrik Phauk Taw, Negara Bagian Rakhine. Sementara sekolah kedua, diperuntukkan bagi 120 siswa SD di Desa Butilun, distrik Mrauk U, Negara Bagian Rakhine.
Utusan JSIT Indonesia bersama Tim PKPU Human Initiative berangkat dari Jakarta pada 18 September 2018. Setibanya di Yangoon, ibukota Myanmar, tim melakukan kordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Myanmar. Setelah dokumen perijinan beres, tim melanjutkan perjalanan ke Negara Bagian Rakhine. Perjalanan sejauh 800 km ditempuh dengan menggunakan pesawat komersil.
“Beberapa kegiatan dilakukan selama di Negara Bagian Rakhine, mulai dari kordinasi dengan mitra lokal, penyaluran bantuan berupa logistik sekolah seperti buku dan tas, hingga puncaknya adalah peletakan batu pertama pembangunan dua gedung sekolah,” ungkap Abdul Wahab dalam laporannya.
Sekolah-sekolah ini dibangun diatas lahan yang memang sebelumnya adalah sekolah. Namum karena konflik kemanusiaan yang terjadi, maka sekolah-sekolah tersebut hancur dan tidak bisa digunakan lagi. Maka pembangunan sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak paska konflik menjadi prioritas utama bagi pemulihan kehidupan di Negara Bagian Rakhine.
Sementara itu, menurut Direktur Program PKPU HI Tomi Hendrajati, tim juga mulai menyiapkan guru-guru yang akan mengajar di sekolah-sekolah tersebut nantinya. Mereka adalah sukarelawan yang dibayar secara cuma-cuma oleh orang tua siswa. Rencana ke depan, selain fasilitas dan ruang kegiatan belajar mengajar, juga akan dibangun ruang guru, ruang perpustakaan, sarana MCK, dan play ground.
Proses pembangunan diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. Rencananya sekolah-sekolah ini nantinya akan diresmikan oleh Mentri Luar Negeri Republik Indonesia bersama Ketua Umum JSIT Indonesia dan Presiden PKPU Human Initiative. Dengan demikian amanah dari seluruh anggota JSIT Indonesia telah ditunaikan sebagiannya, tim kembali ke Indonesia pada tanggal 21 September 2018.

0 komentar:

Posting Komentar

 
samsulbahri.ab © Copyright 2018 DheTemplate.com.