Pemerintah menetapkan (25/8) berakhirnya masa tanggap darurat dan memasuki masa transisi menuju fase pemulihan, ketetapan ini mempengaruhi proses penyaluran bantuan dari kebutuhan darurat meuju tahap pemulihan melalui bantuan jangka menengah. Sebab itulah PKPU Human Initiative membangun “Rumah Senyum” (hunian sementara) bagi setiap kepala keluarga atau pemilik rumah yang terdampak atau tidak dapat dihuni kembali.
Rumah Senyum merupakan jenis hunian sementara yang diberikan kepada setiap kepala keluarga terdampak, sebelum bantuan hunian permanen dari pemerintah dibangun. Rumah Senyum menjadi solusi tempat tinggal sementara yang tepat, mengingat bantuan (hunian tetap) membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam membangunnya.
Rumah Senyum bisa dimanfaatkan untuk menjaga stamina fisik para warga yang menjadi korban gempa. Mereka yang biasa tidur di tenda-tenda pengungsian, kini dapat beristirahat di Rumah Senyum. Penerima manfaat Rumah Senyum diprioritaskan bagi warga terdampak lansia, ibu hamil, serta ibu yang sedang menyusui.
Rumah ini berukuran 6 x 4 m persegi yang tediri dari dua bilik dirancang ramah gempa dan menyesuaikan cuaca setempat. Tipe hunian ini juga dapat menyesuaikan dengan bahan lokal sehingga mudah dan cepat dalam pembangunannya.
Proses pembangunan rumah senyum tahap pertama ditargetkan selesai dalam 3 pekan atau 20 hari kalender pada pertengahan September mendatang sehingga dapat dihuni sebelum datangnya musim hujan.
Namun demikian, tim PKPU HI masih melanjutkan distribusi logistik seperti paket makanan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan dan peralatan masak. Selain itu ada perlengkapan hunian terdiri dari terpal, selimut dan tikar, penyediaan air bersih dan jamban komunal karena luasnya wilayah dan penduduk terdampak yang minim mendapatkan bantuan.
Ayo berkontribusi untuk menjadi #SolusiPeduli agar Lombok dapat pulih kembali …

President PKPU Human Initiative ceria bersama Warga Terdampak
Aksi kami lainnya :
0 komentar:
Posting Komentar